KAHITNA YUSUF

KAHITNA YUSUF

Thursday, 17 October 2019

Rindu Kamu

Dari sudut kampus
Ditengah keramaian
Aku layangkan salam rindu
Berikat wajah senyum
Untuk kamu yang menanti temu.

Dari sudut kampus
Dalam rutinitasku
Aku selip doa indah
Berbalut rona semangat
Untuk kamu yang bergulat sepi

Dari sudut kampus
Dibawah teduh begonjong
Aku peluk bayangmu
Kubisik lembut penuh cinta
"Bersabarlah, bahagia itu harus berjuang" 😍

Friday, 30 August 2019

BIARKAN SAJA


Biarkan aku sendiri
Masih disini
Menyanyikan lagu tak bertepi
Mengalunkan nada tanpa melodi
Memenggal syair yang tiada arti

Biarkan aku sendiri
Masih disini
Merangkai kata penuh ilusi
Mengurai cerita tanpa memori
Membayang kisah yang tak dinanti

Biarkan aku sendiri
Tetap disini
Melewati hari-hari sunyi
Menikmati minggu yang terus berganti
Menatap purnama penebar janji

Biarkan saja aku disini
Jangan kau coba tuk berempati
Apalagi skedar basa-basi

Suatu hari nanti
Kau pasti akan mengerti
Kau akan merasakan sendiri
Dalam hidup ini
Ada hal yang perlu kau jagai
Dan tak boleh kau sakiti
Yaitu, Hati.

Sunday, 30 June 2019

SERAHKAN SEMUA, DAN TERSENYUMLAH!


Sudahlah saudaraku,
Simpan kecewamu, pejamkan mata dan berdoalah,
Simpan energimu, hela nafas dan tersenyumlah,
Simpan prasangkamu, kepalkan tangan dan bersemangatlah.

Dalam hidup ini,
Kita dihadapkan dalam dua pilihan,
Dua keputusan,
Dan dua kenyataan,

Hidup atau mati,
Menang atau kalah,
Berhasil atau tertunda,
Kaya atau berkecukupan,
Diatas atau dibawah,
Berkuasa atau dipimpin,
Diajak atau menunggu.

Kita tidak bisa maruk, menikmati keduanya,
Ataupun mengelak diantaranya.

Semua akan digilir, pada masa yang dijanjikan,
Agar hidup tetap berarti syukuri, kecuali kita telah tiada.

Sesungguhnya hidup ini adalah nikmat,
Setiap nikmat adalah kebahagiaan,
Kecuali bagi kita yang tak berkeyakinan (iman).

Saturday, 8 June 2019

KAKEK, AKU MERINDU



Kakek,
27 tahun sudah kepergianmu
Gambarmu, tak sehelaipun kudapat
Selama itu aku merangkai wajah dan sikapmu dari ayahku
Sering ku tatap wajahnya
Menikmati nasehat dan pelukan manjanya
Menikmati senyum dan tawanya
Agar terobat rindu lama yang mendera

Kakek,
Dari cerita tetua,
Cium dan pelukanmu sering menghiasi hariku
Gendongan kecil dan candaanmu membangkitkan ceriaku
Dongeng dan lantunan doa merdumu menghantarkan tidurku
Terimakasih untuk semua,

Kakek,
Dalam sadarku, kau sering mendatangiku dalam mimpi
Melukis kisah yang tak bisa aku runut
Membentang jalan yang tak bisa aku lalui
Memberi angka yang tak bisa kuhitung
Hanya berucap sabar dan sembahyang

Kakek,
Setelah kehadiran mimpi, keajaiban-keajaiban datang
Dari perjalanan kehidupan yang menjadi pembelajaran

Kakek,
Ada dua hal yang aku rindukan dari hadirmu
Nasehat petuahmu dan pelukan hangat
Kini aku mendapatkannya separuh, dari nenek
Berdoa depan pusaramu tak cukup menghadirkan sisanya
Pertemuan dalam pejaman malam tak mampu menggantikannya

Kakek,
Doaku selalu sama,
Mempertemukan kita ditempat yang terbaik pada masanya kelak

#KakekAkuMerindu

Monday, 15 April 2019

Penikmat Cinta Mu





Sedari kuyakini
Kau mencintaiku
Kau ingin memberikan kebahagiaan pada ku

Rinyai hujan yang turun
Pertemuan malam yang sunyi
Tengadah diantara dua nasehat pekanan
Serta perangkap untuk mengasihi
Jadi bukti, jalan romansa menikmatinya terbentang

Ku tahu, cinta yang hadir,
Kebahagiaan yang Kau beri,
Itu semua tak bersyarat

Tapi, bukanlah saling mencintai
Jika aku acuh pada Mu
Aku takut
Cinta dari Mu memudar
Menjadikan aku merana, hingga terjebak dalam gulana nista

Wahai sang Pencipta
Yang mendatangkan cinta dan bahagia
Ikatlah raga ini dalam balutannya
Hingga diriberjumpa diakhir masa  

Friday, 8 February 2019

SETELAH HUJAN



  
Menangislah kamu dalam balutan hujan
Biar basahmu tidak menjadi perdebatan
Biar hatimu sejuk, pikiranmu tenang

Bila nanti waktunya reda
Pelangi dihadirkan untukmu
Jalan kebahagiaan kembali dibentangkan

Merenunglah kamu dalam ketenangan hujan
Biar keyakinanmu dihadirkan
Dan rona semangatmu kembali dibangkitkan

Bila nanti waktunya tiba
Batu menjulang terbelahkan dihadapanmu
Jalan belukar ditumbuh eloknya mawar

Bila hujanmu hadir
Jangan kau peluk malasmu, Jangan kau jelajah khayalmu
Berdoalah dalamnya, Genggamlah rintiknya

Bila saatnya tiba
Kau akan mengetahui
Cinta bahagia dihantarkan hujan.