Liga Primera Spanyol telah memasuki jornada ke-12. Memang tak pantas untuk membicarakan mengenai juara. Mengingat jalannya La Liga belum mencapai paruh musim. Tetapi, dengan fakta sejarah dan konsistensi sebuah klub, maka semua sepakat kalau El Barca (Barcelona) dan El Real (Real Madrid) adalah kandidat kuat, bahkan sudah pasti diantara keduanya yang menjadi juara.
Bagaiman menurut Anda?
Bukan karena di dalam klub tersebut di huni pemain terbaik dunia saja, tetapi keduanya sama-sama di nahkodai sang Enternador (pelatih) yang bertalenta. Sebut saja Peps (Guardiola), yang telah menyabet 10 gelar dalam 2 musim terakhir. Dia Pelatih termuda yang pernah mengangkat sebuah klub menjuarai Liga Champions. Bahkan semua piala pada kompetisi musim 2008-2009 habis di sikatnya bersama Puyol dan kolega. Sebut saja La Liga, Piala Raja, Liga Champions, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antar Klub. Kemudian di musim berikutnya menjuarai La Liga dan Piala Raja. Bukan Cuma itu, Pep juga terkenal melahirkan pemain muda berbakat. Tak pelak pemain-pemain barcelona di musim ini di huni wajah-wajah baru yang notabane nya adalah pemain muda.
Di kubu El Real, ada sosok arsitek yang kental akan sikap arogannya, Jose Mourinho. Meski demikian, klub-klub yang dinhakodai nya pastilah kampiun. Teringat di benak kita klub biasa-biasa saja dari tanah kelahirannya, portugal, yaitu FC Porto, pernah menyabet juara Liga Champions. Juga bersama Abrahamovic, dia menyulap Chelsea FC menjadi klub besar dan di segani di inggris. Dan juga banyak menyabet gelar pada kompetisi lokal. Dan yang terakhir, bersama Inter Milan kembali mempersembahkan banyak gelar juara.
Di tabel klasemen, Barcelona hanya terpaut satu poin dari sang pemuncak, Real Madrid. Real Madrid mengemas 32 poin, sedangkan rival abadinya 31 poin. Real Madrid tidak pernah kalah di pertandingan La Liga. Rekor buruknya hanya dua kali seri, sedangkan El Barca tersandung kekalahan dan seri satu kali. Produktivitas gol nya pun berimbang, memasukkan 33 gol, dan kebobolan 6 gol. Dibelakangnya ada Villareal yang tertinggal 7 poin dari Barcelona.
Di sisi pahlawan klub, berkibar dua nama calon kuat penyandang El Pichichi, Ronaldo dan Messi. Sama halnya dengan poin klub mereka, koleksi gol mereka terpaut satu biji. Ronaldo 14 gol, sedangkan messi 13 gol. Tetapi ronaldo mencetak 4 golnya melalui titik putih.
Tetapi, ada sisi lain yang menjadi kesimpulan awam 4 musim terakhir. Laga El Classico berperan besar dalam menentukan juara La Liga tersebut. Ya, tepatnya Laga El Classico yang dihelat di Santiago Barnibeu, markasnya Real Madrid. Siapa yang berhasil memenangkan laga tersebut, sudah pasti juara di akhir musim.
Tetapi semua bisa terjadi. Sejarah bisa mengalahkan kehebatan team. Dan sebaliknya, kehebatan team juga bisa menghapuskan sejarah. Sekarang yang dibutuhkan adalah konsistensi klub. Pilihan ada di tangan mereka semua. Yang jelas, juara la liga adalah mereka yang telah mempersiapkan semua tujuan klub.
Maral : I work for the federal government. Are you a student, Dian?
Dian : Yeah..I’m a student
Maral : What are you studying?
Dian : My major is English education.
Maral : In what year you are?
Dian : Junior
Berkenalan dengan cara tidak terlalu formal:
Hi! My name is Dian. I’m 21 years old. I come from Indonesia. My major is English. I love watching Korean drama, reading books, writing short stories, and travelling. I’m happy to meet you, guys!
üJika berkenalan dengan orang asing hindarkan bertanya tentang hal-hal yang bersifat privasi (marital status, umur, gaji, agama, berat badan, & tinggi badan)
Malam ini pikiran ku sedikit penat dan geram. Ini semua karena kelelahan pulang kuliyah. Hari ini kuliyah nya full, dari pukul 08.00wib sampai pukul 15.00, mana lagi ada syuro untuk kegiatan akhir smester. Jadinya sampai dirumah uda hampir maghrib. Lebih parahnya, sholat Maghrib dan Isya absen berjamaah di Masjid. Benar-benar hari yang futur selama smester ini, serasa malu menatap dunia lagi.
Meski badan sudah terasa dibanting, mata ini tak berkurang satu watt pun (ngantuk). Ditambah lagi dengan keadaan hari esok yang menguntungkan, yaitu libur. Untuk meminimalisirkan keadaan ini, game menjadi solusinya. Sampai-sampai makan malam pun jadi tak terpikirkan lagi.
Malam sudah menunjukkan pukul 22.00 wib. Suara-suara musik disekitar kost-an tak lagi terdengar. Perut pun akhirnya tidak tahan membungkam. Aku pun keluar rumah untuk mencari ganjalan perut. Tak ada pilihan untuk pukul segini kecuali menyantap nasi pecel lelel. Ya, kantin-kantin dan rumah makan sudah tak ada lagi yang buka. Lahap sekali makan malam ini, tak ada sedikit pun nasi yang bermukim di piring.
Selesai makan, aku bergegas pulang. Tapi, tiba-tiba dijalan aku bertemu kawan Opdik (sekarang P2K), Hamid namanya, Asalnya juga satu daerah dengan ku, Musi Rawas. kelihatannya dia juga baru sudah sarapan malam. “assalamualaikum akhi” sapa Hamid duluan. “dari mana malam-malam begini masih keliaran?” Sambungnya. “waalaikumsalam, baru saja sudah makan. Habisnya aku baru lapar jam segini” jawab ku singkat. “oya akhi, saya nginap tempat kamu ya, karena malas mau pulang kekostan, gak ada angkot lagi yang berkeliaran” tawar si Hamid. “boleh tuh, tapi beliin makanan dong, masih kurang porsi malam ini” jawab ku sambil tersenyum. “badan kurus, makan banyak kamu ini boy” cetusnya.
Memang Hamid adalah kawan ku yang paling tidak perhitungan soal uang. Bukan boros atau sok dermawan, tapi sifat yang kupahami dari hamid adalah ia rela berkorban untuk menjaga keukhuwaan, termasuk uang.
Sepertinya Sekotak martabak dan dua bungkus bandrek menemani kami ngobrol malam ini. “oyo bro, boleh curhat gak?” mulai Hamid membuka obrolan. “seperti cewek saja kamu ini Mid, pakai acara curhat-curhatan segala” jawab ku acuh sambil menuangkan bandrek ke dalam cangkir. “serius boy, ini masalah wanita idaman” tanggap Hamid . “iya..iya apa emang nya” jawabku bernada serius. “oyo kriteria cewek idaman kamu seperti apa?” Tanya Hamid santai. “cantik luar dalam bro, terutama kepribadiannya lah” jawabku. “Terus… kriteria cewek idaman kamu tu apalagi?”, tanya Hamid yang sedang asyik menggigit roti bakarnya.
“Ehh… apa mid….”, aku sedikit terkejut kemudian tersenyum dan diam sejenak terlihat seperti sedang berpikir. “Kriteria cewek idaman yang akan aku jadikan istri yang lainnya seperti….” Berhenti sejenak, “Aku ingin sekali mendapatkan seorang istri yang tidak cengeng bila mendapatkan musibah boy.” Ujar ku
“Loch! Bukannya cengeng itu adalah tabiat wanita?”, timpal Hamid
“Sedih ketika ditimpa musibah adalah hal yang wajar dan manusiawi. Rasulullah dulu juga pernah menangis ketika putranya Ibrahim meninggal dunia. Cengeng yang aku maksud adalah teriak meraung-raung, meratap-ratap sampai-sampai menampar pipinya sendiri dan merobek bajunya. Menurut aku ini adalah kelakuan manusia yang nggak punya iman. Ini biasa mengundang murka Allah dan aku sangat tidak menginginkan istri yang seperti ini,” jelas ku dengan nada lembut.
“Aku juga mengimpikan wanita seperti istri Rasulullah, Khadijah. Istri yang mempunyai Sikap Berani Mengambil Keputusan yang Didasarkan pada Kebaikan dan Kebenaran”. Lanjutku sembari mengambil buku tentang kisah-kisah wanita pengukir sejarah bagian 1.
Kubuka buku yang ku ambil, sembari baring, Lalu kubacakan buku itu dengan nada lantang. “Nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin As’ad bin Abd Al Uzza’. Ia dilahirkan di Makkah tahun 68 sebelum hijrah. Ia adalah wanita yang sukses dalam perniagaan, seorang saudagar wanita terhormat dan kaya raya. Pada masa jahiliyah ia dipanggil Ath Thaharoh (wanita suci) karena ia senantiasa menjaga kehormatan dan kesucian dirinya. Orang-orang Quraisy menyebutnya sebagai pemimpin wanita Quraisy. Sebelum bertemu Muhammad, Khadijah telah menjadi saudagar yang terkenal dengan kemuliaan akhlaknya. Para pegawai dalam perniagaannya mengakui bahwa Khadijah mengelola dan menempatkan hak-hak mereka secara bijaksana. Sebagai pemimpin sebuah perusahaan perniagaan Khadijah selalu menempa kejernihan mata hatinya untuk memilih antara yang membawa kebaikan dengan yang mengarah pada keburukan dan kerugian. Oleh karena itu, ketika bertemu dan mendengar perihal Muhammad SAW, Khadijah mampu melihat keluhuran dan kemuliaan Muhammad SAW. Sehingga ketika Beliau mengajukan lamaran, dengan keyakinan penuh Khadijah menerimanya.”
“Setelah menjadi istri Muhammad SAW, Khadijah kembali menunjukkan sikap kepahlawanannya. Ketika Muhammad SAW menerima wahyu pertama, beliau merasa takut dan ragu. Dukungan Khadijah tidak berhenti di awal masa kenabian saja. Saat kaum muslimin menghadapi kesulitan dan rintangan dari kafir quraisy, Khadijah senantiasa bersikap patriot dengan selalu mendampingi Rosululloh dan memberi semangat kepada kaum muslimin agar pantang menyerah.
“sudah.. sudah.. sudah.. biar aku baca sendiri saja besok. Lagian juga sudah malam, nanti sakit juga karena kekurangan tidur.” Cetus Hamid. “ehem.. okelah kalau begitu. Tapi ingat carilah wanita yang bisa memberi kita semangat dalam berdakwah.”
“ya insya allah. Yang pasti kita tidak bisa menemukan wanita yang mempunyai karakteristik yang sama persis dengan khadijah, tetapi setidaknya pemikiran wanita idaman kita sama seperti khadijah.” Jawab hamid dengan kata bijaknya.
“Oke boy, aku sepakat” balasku dengan bernada ngantuk. “ya udah, sekarang saatnya tidur. Sudah pukul 02.00 ini. Nanti telat shubuh lagi.” Ajak Hamid. Kami berdua langsung bergegas ke kamar, meski dalam keadaan ngantuk tapi bayangan tentang wanita impian seperti mulai menghantui ingatanku. Pukul 02.00, semestinya terisikan dengan shalat tahajjud, tapi baru memejamkan mata. Benar-banar malam yang menjadi permulaan aku untuk secara perlahan mulai memikirkan seorang wanita impian yang insya Allah akan damai untuk dijadikan istri.
* Lagu yang menginspirasikan para Laskar Pejuang FKIP Madani dalam Kursus Bahasa Inggris. Kami mempunyai impian-impian yang besar, yaitu study keluar negeri. Insya Allah, Amin, Ya Rabbil alamin.
Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh,
aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah,
dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.
Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra
Jika engkau cinta maka dakwah adalah ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti Kata Abul Anbiya, “Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”
Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”
Jika engkau cinta maka dakwah adalah amal
membangun kejayaan ummat kapan saja dimana saja berada
yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara
Bangun aktifitas secara tertib tuk mencapai kejayaan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimat Allah rendahkan ocehan syaitan durjana
Kerjakeras tak kenal lelah adalah rumusnya,
Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah taat
Kepada Allah dan Rasul, Alqur-an dan Sunnahnya
serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah tadhhiyah,
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka
Sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda
Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsabat,
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah tajarrud
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin
Lapang dada merupakan syarat terendahnya , itsar bentuk tertingginya
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’ie dalam cinta-Nya
berjumpa karena taat kepada-Nya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah,
saling berjanji untuk menolong syariat-Nya
Dengan menyebut Nama Allah. Segala puji hanya tercurahkan bagi Allah SWT. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah SAW, segenap keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang selalu menorehkan keringat dan darah demi memperjuangkan Dien yang diridhoi Allah SWT.
Ketika sebuah keteladanan menjadi langka dinegeri kita tercinta. Ketika pribadi santun, bersih, toleran, konsisten, teguh pendirian bukanlah dongeng belaka. Perjalanan pengukir sejarah negeri, panutan bangsa Indonesia.
Sejarah Islam dipenuhi dengan peristiwa besar dan berpengaruh terhadap peradaban. Kita berada di sini, saat ini, dan dalam kondisi seperti ini adalah buah dari karya besar para pendahulu kita. Karena jasa merekalah saat ini kita menikmati kehidupan seperti sekarang. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita mengenang, mengingat, mempelajari, dan meneladani kehidupan dan perjuangan mereka.
Tak terkecuali orang-orang besar yang telah mengukirkan karyanya dalam sejarah adalah wanita-wanita Islam. Para muslimah bahu membahu, berkontribusi dan turut berjuang bersama kaum lelaki dalam membela yang hak. Musuh-musuh Islam tahu bahwa wanita merupakan salah satu unsur kekuatan masyarakat Islam. Musuh-musuh Islam telah menempuh berbagai cara untuk merusak wanita muslimah. Oleh karena itulah, kita harus kembali mengungkap kembali profil dan meneladani perjuangan wanita-wanita muslimah sebagai bekal untuk mengangkat harkat dan derajat wanita muslimah. Setiap pejuang muslimah memiliki keistimewaan dan sarat dengan nilai-nilai positif yang telah mengukirkan sejarahnya dalam sejarah Islam.
Melirik nama-nama wanita muslimah pengukir sejarah. Pasti sebagian orang-orang langsung membincangkan Khadijah R.A, mungkin juga Saudah binti Zam’ah. Sesosok wanita yang sukses dalam perniagaan, seorang saudagar wanita terhormat dan kaya raya serta penderma. Wajar jika semua orang mengedepankannya.
Tapi, sebagai orang-orang yang berjiwa Nasionalis yang tinggi, tentunya kita tidak mengabaikan satu wanita yang bisa menjadi panutan para kaum Hawa era sekarang. ketika di masa tua dunia ini, para ladies lebih mengedepankan Luna Maya, Sandra Dewi, dan banyak lagi entertainer yang bukan sepantasnya menjadi cerminan untuk kehidupan. Layaknya kita kembali membuka tumpukan-tumpukan buku waktu mengenyam pendidikan Sekolah Dasar dan SMP. 21 April dua abad yang lalu tepatnya tahun 1879, negeri ini terlahirkan sesosok wanita dari keluarga bangsawan. Wanita yang geliat melawan himpitan Hegemoni, atas nama tradisi, dan atas nama Ilahi.
Ya, Raden Ajeng Kartini, yang lebih kita kenal dengan R.A.Kartini. Sebenarnya tidak ada yang perlu dibanggakan tentang Kartini pada kepemimpinan orde baru, nama ampuh yang dipakai untuk melumpuhkan semua imajinasi perempuan selama 32 tahun. Bagaimana tidak jengkel dengan sosok wanita tangguh ini, atas namanya, bertahun-tahun lamanya pergerakan perempuan digerakkan menjadi lomba kebaya, memasak dan paduan suara. Orang boleh saja mengatakan itu bukan salah Kartini tetapi salah penguasa pada saat itu yang menggunakan Kartini sebagai alat untuk membungkam tokoh-tokoh perempuan yang non-Jawa. Paling tidak dalam sejarah tercatat ada nama Siti Roehana dari Kotagadang, Sumatera Barat, lahir tidak beda jauh dengan Kartini pada tanggal 20 Desember 1884. Jasa Roehana mendirikan Sekolah Perempuan pada tahun 1911 dan mendirikan surat kabar perempuan pertama Soenting Melajoe pada tahun 1912 tidak terdengar gaungnya apalagi suaminya Abdoel Koeddoes adalah seorang pemberontak yang menentang Belanda.
Memang lebih tepat memilih wanita yang sering dijulukin “harum namanya” , sebagai ikon perempuan yang penuh semangat. Ya, pada surat-surat kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Kebanyakan surat-surat yang dibuat R.A kartini adalah tentang keluhan dan gugatan, Khususnya menyangkut budaya di jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dengan tekadnya, dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu.
Pada masanya, R.A Kartini juga memberi pandangan kritis mengenai tata cara beragama. Kata-kata kritisnya membuat kehidupan sosial pada saat itu sadar akan pentingnya sebuah Agama. “ mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa wajib dipahami”, Agama harus menjaga kita dari berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama Agama” bagian dari seberapa banyak kutipan R.A Kartini tentang Agama.
Adakah yang berbeda dari apa yang digoreskan Kartini tentang kebebasan dan perjuangan perempuan pada Era sekarang? Sepanjang sejarah tulisan perempuan yang dituangkan dalam bentuk esei, cerita, dan sajak masih mengungkapkan kegelisahan yang sama. Melalui berbagai variasi tema dan suara, kita melihat kontemplasi para penulis perempuan mengenai dunianya, pilihannya dan mimpi-mimpinya.
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS Yusuf: 111)
Pemuda adalah cadangan pemimpin untuk masa mendatang. Pemudalah yang menjadi peta kekuatan untuk sebuah pergerakan. Layaknyalah seorang pemuda di kedepankan untuk diberi leluasa/ wadah pengembangan diri. Dengan pergantian masa ke masa, dunia pun semakin maju dan perlu para pemikir-pemikir yang dapat menyeimbangkan pesatnya dunia Globalisasi seperti saat ini.
Kecamatan Rupit adalah salah satu wilayah yang sangat memprihatinkan kondisi ke pemudaannya. Kriminalitas yang terjadi di daerah ini hampir 85% dilakukan oleh remaja. Dengan kondisi seperti ini jelas memprihatinkan bagi kita semua, di mana pemuda tak dianggap sebagai “Iron Stock” lagi, melainkan sebagai perusak bangsa.
Di sisi lain, dalam sebuah kemajuan suatu lembaga, daerah juga pergerakan, persatuan dan kesatuan juga menjadi modal terpenting di dalamnya. Mengingat 65 tahun silam, dimana para pemuda-pemuda Indonesia merebut kemerdekaan yang di kuasai oleh kolonial Belanda. Kesatuan dan persatuan lah yang menjadi benteng kejayaannya. Visi dan misi yang sama kemudian menyulapkan betapa indahnya berada di negeri Permai ini. Ormas-ormas banyak di dirikan untuk kemudian memberi ruang gerak para pemuda-pemuda pada saat itu.
Inilah yang kemudian membuat hati kami tersentuh. Sebagai seorang pemuda calon penerus bangsa, sekelompok kecil kami ingin membuat sebuah kebersamaan pemuda yang utuh, yang dapat menjadi calon pemimpin yang berjiwa kritis dan edukatif. Bukan suatu mimpi lagi, mengingat semangat dan potensi-potensi yang dimiliki sangatlah selaras.
Perencanaan besar itu telah tergerakkan, meskipun pedal gas tidak terlalu tangkas dalam menyulap impian-impian ini. Sudah ada pertemuan awal, berarti sudah siap dengan pertemuan lanjutan. Pemandangan yang sangat luar biasa, antusias pemuda-pemudi amatlah membara.
Insyaallah kami (pemuda-pemudi) nantinya dapat memposisikan diri sebagai agen oposisi sejati yang selain ikut andil dalam kegiatan sosial, juga berperan serta dalam mengembalikan Alumni sebagai pemuda dan pemudi kepada hakikatnya yang selaras dengan visi dari kesatuan pemuda-pemudi ini.
Dan tepat di tahun 2010 ini, dengan semangat membara, Alumni SMA Negeri Rupit Membuat suatu kesepakatan mengadakan pembentukan wadah alumni, yaitu Ikatan Alumni SMA Negeri Rupit. Semoga dapat terwujud berdasarkan impian kami-kami alumni ini. Juga semoga organisasi ini dapat disambut antusias dan diterima di masyarakat luas, Kecamatan Rupit khususnya.
Hidup Pemuda-pemudi Rupit, Bangkit dan Bergeraklah untuk Perubahan…!!!