KAHITNA YUSUF

KAHITNA YUSUF

Thursday, 31 October 2013

Nuansa Bulan Bahasa di SMA LTI IGM Palembang


Semarak bulan bahasa diwarnai dengan berbagai kegaiatan lomba yang diadakan OSIS SMA LTI IGM Palembang, Kegiatan ini disambut dengan gembira oleh siswa-siswa  SMA LTI IGM. Jenis kegiatan yang dilombakan di antaranya, Tebak Ejaan,  Debat,  Puisi, dan Drama atau Teater.  Kegiatan ini diharapkan dapat menunjang minat para siswa dalam dunia kebahasaan dan menyelami dunia  kesastraan. Lomba ini dilaksanakan sehari, dan diikuti seluruh siswa yang bertempat di koridor lantai tiga SMA LTI IGM.

Juri Drama (Nyayu, Hadi, Saddam)
Ibu Betty Kurniaty, selaku kepala SMA LTI IGM, sangat mendukung adanya kegiatan bulan bahasa ini, ia berharap dengan adanya kegiatan ini, bahasa Indonesia dapat dipakai atau digunakan secara aktif dalam keseharian di SMA LTI IGM, dan juga siswa-siswi SMA LTI IGM dapat mencintai dunia kesastraan. “Kami selaku pimpinan SMA LTI IGM, sangat mendukung kegiatan seperti ini. Semoga kegiatan ini dapat memberi nilai positif kepada siswa, dan mereka semakin fasih menggunakan bahasa Indonesia disekolah, serta mencintai dunia sastra sebagai penunjang kreativitas” jelas Ibu Betty.

Para peserta lomba sangat antusias mengikuti kegiatan ini, sorak-sorai tepuk tangan, gemuruh suara menyemangat bagi perwakilan kelasnya yang tampil menambah ramai suasana di koridor lantai tiga ini. Decak kagum dari para juri kian menambah angka-angka buat para peserta lomba. “Kegiatan ini luar biasa, sepertinya para peserta sudah mempersiapkan dengan matang. Ini bisa dilihat dari penampilan mereka yang menghibur dan berwawasan” jelas Ibu Windy, selaku juri Debat.

Detik-detik pengumuman para pemenang dinanti dengan harap-harap cemas oleh para peserta lomba. Panitia dan seluruh juri sudah berdiskusi panjang terhadap hasil pada perlombaan debat, drama, dan puisi. Berikut adalah nama pemenang pada masing-masing perlombaan.
1.      Puisi. Juara Pertama kelas XII IPA 4, Juara Dua kelas XII IPA 3, Juara Tiga kelas XII IPA 2
2.      Tebak Ejaan. Juara Satu kelas XI IPA 3, Juara Dua X IPS 2, Juara Tiga kelas XII IPA 4.
3.      Lomba Debat. Juara Pertama kelas XII IPS 1, Juara Dua kelas XII IPA 2, Juara Tiga kelas XI IPA 1
4.      Lomba Drama (Teater). Juara Satu kelas XII IPS 2, Juara Dua kelas XII IPA 2, dan Juara Tiga kelas XII IPA 1.
Selamat kepada para pemenang, dan semoga sukses selalu. Salam satu Bahasa, Bahasa Indonesia.


Editor: Nyayu Rodiah, S.Pd & Saddam Husin Mz 

Pembina OSIS dan Guru-guru
Lomba Debat


Drama

Rudi dan Windy M.Pd (Juri Debat)














Puisi

Juri Puisi (Ika R & Aziz)

Friday, 11 October 2013

Quote

  • Masa depan yang indah hanya lah milik kita yang merencanakan dan selalu berusaha menggapainya
     
  • Kita selalu dihadapkan pada setiap pilihan, tetapi kita selalu diberi petunjuk, pikiran dan kekuatan hati untuk memilahnya 
     
  •  Jika kau melihat kehebatan seseorang dari kesempurnaan, maka kau tak akan bisa mengahargai orang lain
     
  •  Kehebatan kita dalam menyelesaikan permaslahan bukan diukur dari diterimanya ide kita atau tidak, melainkan bisa atau tidak kita menerima ide orang lain untuk menyelesaikan permasalahan tersebut 
     
  • Jadikan apa yang ada disekitar kita sebagai kendaraan untuk mendekatkan diri kepada Allah

Thursday, 10 October 2013

Say No To "PACARAN"



Aku hanya berpikir dan yakin bahwa keadaan itu (pacaran) akan menjadi rem tak bermakna yang berfungsi menghenti laju kehidupan yang penuh impian. Aku melihat realita yang ada, dimana mereka yang berada dalam lingkaran itu sudah tentu menampakkan sebuah kemunduran dan keterhambatan. Meskipun ada segolongan sangat amat kecil yang berhasil menjadikan itu sebagai pedal laju spirit dalam menjalani kesehariannya yang berujung pada sebuah pencapaian.

Memang pada awalnya semua berjalan sesuai misi yang ada. Banyak kebaikan dan kebermanfaatan yang ditimbulkan. Menjadi sebuah kebanggan tersendiri. Meskipun diri telah menekadkan bahwa itu bukan sekedar “pacaran” yang kemudian membuat ketakutan-ketakutan di diri akan sebuah perpisahan. Yang pada akhirnya keadaan itu berubah menjadi aktivitas yang diisi dengan perbuatan yang menghindarkan sebuah kebencian. Tak ada lagi kiat untuk saling menyemangati, yang ada hanya menghabiskan waktu untuk membuat keyakinan kalau rasa sayang hanya untuk berdua.

Seiring berjalan waktu misi itu semakin berjalan menyimpang. Hingga pada akhirnya kian mendekatkan diri pada sebuah kehinaan. Alasan dasarnya untuk menghangatkan hubungan agar saling meyakini satu sama lain kalau kata perpisahan tak akan pernah terjadi. Pacaran tak lagi menjadi ancaman yang bisa menyudutkan diri..

Tahukah kamu?

Didalam pacaran, kita mengenal cinta dan sayang. Tetapi pada akhirnya kita  mengenal kebencian dan permusuhan

Didalam pacaran, kita mengenal kesetiaan. Tetapi pada akhirnya kita mengenal sebuah pengkhianatan.

Didalam pacaran, kita mengenal semangat dan kebaikan. Tetapi pada akhirnya kita mengenal keterpurukan dan keburukan.

Didalam pacaran, kita mengenal kegembiraan. Tetapi pada akhirnya kita mengenal kesedihan.

KAKEk :'(



Kakek, aku ingin bercerita
Ini tentang pertemuan yang suram
Dimana pisau didalam perangko bisa menikam
Kekhilafan kita dijadikan dendam
Sedangkan kekhilafan mereka dijadikan paham
Kebaikan dan ketaatan bernilai kelam
Kejahatan dan kelalaian bermoduskan tentram
                                        
 Kakek, aku ingin mengadu
Ini tentang makna persaudaraan yang culas
Semua saling membahu untuk menindas
Jasa kita yang lampau tak membekas
Misi mereka kedepan ingin menguras

Kakek, aku ingin bertemu kau kembali dalam mimpi
Aku ingin kau kembali meneladani
Arah hidup kami semakin menduniawi

Kakek….. Oh Kakek….. :’(
Kakek….. Oh Kakek….. :’(
Kakek….. Oh Kakek….. :’(