KAHITNA YUSUF

KAHITNA YUSUF

Tuesday, 20 December 2011

All Match El-Classico 2008-2011

1        FC Barcelona vs Real Madrid (2-0)
Gol: Samuel Etoo, Lionel Messi

2        Real Madrid vs FC Barcelona (2-6)
Gol: Gonzalo Higuain, Thiery henri, Carles Puyol, Sergio Ramos, Lionel Messi, Thiery Henry, Lionel Messi, Gerard Pique

3        FC Barcelona vs Real Madrid (1-0)
Gol:  Zlatan Ibrahimovic

4        Real Madrid vs FC Barcelona (0-2)
Gol: Lionel Messi, Pedro Rodriguez

5        FC Barcelona vs Real Madrid (5-0)
Gol: Xavi Hernandes, Pedro Rodriguez, David Villa, David Villa, Jeffren Suarez

6        Real Madrid vs FC Barcelona (1-1)
Gol:  Lionel Messi, Cristiano Ronaldo

7        Real Madrid vs FC Barcelona (1-0)
Gol: Cristiano Ronaldo

8        Real Madrid vs FC Barcelona (0-2)
Gol: Lionel Messi, Lionel Messi

9        FC Barcelona vs Real Madrid (1-1)
Gol: Pedro Rodriguez, Marcelo

10    Real Madrid vs FC Barcelona (2-2)
Gol: Mesut Ozil, David Villa, Lionel Messi, Xabi Alonso

11    FC Barcelona vs Real Madrid (3-2)
Gol: Andreas Iniesta, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Karim Benzema, Lionel Messi

12    Real Madrid vs FC Barcelona (1-3)
Gol: Karim Benzema, Alexis Sanchez, Marcelo (OG), Cesc Fabregas


GM - GK        : (28 – 10) Gol
La Masia        : 19 Gol

EL CLASICO ERA PEP GUARDIOLA


Bingin Rupit, Muratara, B-Gosh Post, Berbicara Barcelona, tidak terasa lengkap jika belum disandingkan dengan rival utamanya, yaitu Real Madrid. Bukan rahasia umum lagi, didataran Eropa bahkan dunia, kedua klub tersebut berkuasa. Saat ini, klub Catalan tersebut masih unggul dan nagkring diposisi teratas klub terbaik dunia, barulah disusul oleh Los Blancos. Setiap laga El Classico, jutaan pasang mata didunia terpana akan megahnya  duel tersebut. Tak bisa dielak lagi, dilaga itulah para pecinta bola bisa menyaksikan  persaingan kompleks. Baik itu persaingan pemain terbaik dunia bahkan  pelatih terbaik dunia.
Dari 12 laga El Classico era Pep Guardiola, sebanyak 8 laga dimenangkan oleh Barcelona, 3 laga berakhir seri, dan sisanya kemenangan digenggam Real Madrid. Melihat statistik ini, Barcelona masih “superrior” atas Real Madrid. Barcelona hanya satu kali mengalami kekalahan, yaitu pada saat Final Copa Del Rey musim lalu yang dihelat di stadion Mestalla, Valencia.
Ada yang menarik dalam laga El Classico jilid Pep Guardiola ini. Dimana suksesor dilapangan klub tersebut dikuasai oleh pemain-pemain hasil didikan akademi asli Barcelona, La Masia. Ya, sebuah akademi terkemuka dan terbaik didunia milik Barcelona. Terbukti dari semua gol yang disarangkan kegawang Madrid, hampir 70% nya diceploskan para didikan La Masia. Di delapan kemenangan Los Blaugrana, Cuma 1 pertandingan yang tidak mencantumkan nama pemain didikan La Masia di papan skor. Tepatnya di laga El Classico jilid I musim 2009-2010. Saat itu Barcelona menang tipis 1-0 lewat gol Zlatan Ibrahimovic di Camp Nou.
Pep Guardiola sangat terkenal dengan pelatih yang paling sering memakai jasa pemain didikan asli Barcelona ini. Lihat saja starting eleven (pemain inti) Barcelona musim lalu, hanya 3 pemain yang bukan berasala dari La Masia. Mereka adalah Eric Abidal, Daniel Alves, dan David Villa.
Semoga kejayaan klub pengusung permainan tiki-taka ini tetap konsisten, hingga klub-klub lain menyadari bahwa sepak bola bukan sekedar kompetisi.
Visca Barca!!!
Saddam Husin “Cules asal Desa Bingin Rupit, Muratara, Sumatera Selatan. 31654”

Sunday, 11 December 2011

Kenangan Untuk Puyang


Hj. Saripan binti H. Roni

“ Padek-padeklah kamu gelok-gelok e. jengan nak galak ribut dan nakal. Detek yang pacak puyang enjok untok kamu cucung dengan piyut ko. Selaen doa supayo kamu selamat dan berhasil gelok-gelok e. man nak ngenyok sen puyang dak begewe ”
Pesan itu terucap hening saat libur smesteran lalu. Semua senyap, menundukkan kepala. Itulah nasehat terakhir dari puyang untuk kami. Nasehat yang telah terpahat rapi, berjejer mengisi ruang kosong. Nasehat ini akan selalu kami ingat dan taat. Meskipun sekarang kami tak tahu bagaimana caranya member bukti kalau semua itu ada. Karena puyang tak akan pernah hadir lagi dalam kehangatan, canda tawa keluarga besar kami.
Kepergian puyang sangat memilukan. Meskipun kami tahu kalau semua masa itu akan datang jua kepada manusia. Puyang, begitu sulitnya kami melupakan kenangan bersamamu. Kehadiranmu ditengah kami memberi makna dan rasa yang khas. Sebuah dekapan suasana yang begitu dalam. Puyang panutan tertua dalam keluarga besar ini, dan selalu jadi penengah didalam kekanak-kanakan dan keegoisan kami.