KAHITNA YUSUF

KAHITNA YUSUF

Sunday, 26 June 2011

HUMOR SANTAI

 
Pengemis Kaya
Di lorong sempit di tengah kota nampak 2 pengemis yg sedang mengemis tentunya.
Pengemis 1: "tuan, nyonya...berilah kami uang..... 500 boleh 100 juga boleh 100 ribu juga nggak nolak"
Pengemis 2: "berilah kami uang tuan, tuan akan kami do'akan semoga cepat kaya !"
Pengemis 1: "seharian kita mengemis, kok ya ga bisa buat beli mobil ya? Eh...ngomongin soal orang kaya, gue ini  Sebenarnya keturunan orang kaya lho-harta peninggalan keluarga kami nggak akan habis dimakan tujuh Keturunan !".
Pengemis 2: "lha trus kenapa elo jadi kere dan ngemis kaya gini ?"
Pengemis 1: "gue keturunan kedelapan !"


Sudah Sampai Banyuwangi
Suatu hari, seorang ibu mengantar anaknya yang baru berusia 7 tahun, naik bis jurusan surabaya-denpasar. Ibu Berpesan pada pak supir," pak, titip anak saya ya? Nanti kalo sampe di banyuwangi, tolong kasih tau anak saya."
Sepanjang perjalanan, si anak cerewet sekali. Sebentar-sebentar ia bertanya pada penumpang," udah sampe Banyuwangi belom?" hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya. Penumpang yang satu Menjawab," belom, nanti kalo sampe dibangunin deh! Tidur aja!" tapi si anak tidak mau diam, dia maju ke depan Dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya," pak, cudah campe banyuwangi belom?" pak supir yang sudah Lelah dengan pertanyaan itu menjawab," belom! Tidur aja deh! Nanti kalo sampe banyuwangi pasti dibangunin!" 
Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Karena suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang Di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya. Bahkan sampa menyeberangi selat bali dan sudah mendarat di ketapang,bali, si anak tertidur dan tidak bangun-Bangun. Tersadarlah si supir bahwa ia lupa membangunkan si anak. Lalu ia bertanya pada para penumpang,"
Bapak-ibu, gimana nih, kita anter balik gak anak ini?" para penumpang pun merasa bersalah karena ikut Melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke banyuwangi. Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberangi selat bali dan mengantar si anak ke banyuwangi. Sesampai di  banyuwangi, si anak dibangunkan. "nak! udah sampe banyuwangi! Ayo bangun!" kata si supir. Si anak bangun Dan berkata," o udah syampe yah !" lalu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya. Seluruh Penumpang bingung. "bukannya kamu mau turun di banyuwangi?" tanya si supir kebingungan. "nggak, saya ini Mau ke denpasar ngunjungin nenek. Kata mama, kalo udah sampe banyuwangi, saya boleh makan nasi Kotaknya!".


Harus Teliti
Ada seorang dokter senior dijuluki dr.fear factor, karena setiap memberi pelajaran pada para calon dokter selalu Menggunakan organ jantung busuk lengkap dengan belatung (serem!!! Mohon yang lagi makan jangan baca Cerita ini dulu).
Dokter : pelajaran pertama, seorang dokter tidak boleh jijik! Lalu dokter mengaduk-ngaduk jantung tersebut dengan jarinya, kemudian menjilati jarinya. Langsung deh separuh Calon dokter yang ikut pelajaran itu pada muntah.
Dokter : nah sekarang, semuanya lakukan seperti yang saya lakukan tadi! Dengan terpaksa para calon dokter Melakukannya dan semuanya muntah karena tidak tahan.
Dokter : sekarang, pelajaran kedua, seorang dokter harus teliti! Perhatikan, tadi yang saya gunakan Mengaduk-ngaduk jantung adalah jari telunjuk, sedangkan yang saya jilati adalah jari tengah!
Calon dokter : @#&^%$&*...


Obat Aneh
Pasien : dok, tolonglah sembuhkan penyakit saya. Saya sering berjalan di waktu tidur.
Dokter : ini kotak yang bisa menyelesaikan persoalanmu. Setiap malam, ketika anda sudah bersiap untuk tidur  Keluarkan isi kotak itu dan taburkan di lantai sekeliling tempat tidurmu.
Pasien : kotak apa ini, dok? Apakah sejenis serbuk penenang?
Dokter : bukan. Ini kotak paku payung.

Tentara Terhebat
Suatu kali, diadakan pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri oleh tiga orang pemimpin wanita dari tiga negara yaitu Dari inggris yang diwakili oleh margareth t., india diwakili oleh indira gandhi dan dari philipina oleh corry a.
Sebagai langkah awal diadakanlah upacara penghormatan diiringi dengan pemeriksaan barisan pasukan dari  Ketiga negara tersebut. 
Sesampainya rombongan di depan pasukan baret hijau dari inggris yang terkenal itu, dengan garang margareth T. Menampar dan meninju pasukan yang ada didepannya yang tentu saja tanpa balasan. Terjadi dialog: 
"sakit nggak?"
"nggak, mam!!!"
"kenapa?"
"sebagai prajurit sejati dari britania raya, kami terbiasa untuk menerima rasa sakit."
"bagus."
Corry a. Pun tidak mau kalah, dan begitu sampai di depan barisan pasukannya, diambilnya senapan dari Komandan peleton, dan menghantamkan popor senapan tersebut ke muka prajuritnya. Terjadi lagi dialog:
"sakit nggak?"
"nggak madam!!!" (dengan muka bercucuran darah)
"kenapa?"
"sebagai tentara philipina, kami harus mampu menahan rasa sakit dan kengerian untuk mempertahankan Kedaulatan."
"bagus" (dalam hati, sambil melirik margareth, "hebatan prajurit gue kan")
Begitu pemeriksaan sampai di depan pasukan india, dengan cepat indira g. Menyambar bayonet yang ada di Senapan prajurit yang ada didepannya dan dengan sekali sebat terpotonglah "anu-nya" prajurit tersebut, dan Dengan lantang bertanya:
"sakit nggak?"
"nggak madam...!!!"
"kenapa!!!"
"sebab itu kepunyaan orang dibelakang saya..."




Salam Perkenalan
Seorang guru bermaksud melatih anak-anak didiknya di sekolah dasar untuk memupuk rasa percaya diri mereka.
Guru tersebut meminta mereka untuk memperkenalkan diri sekaligus mengungkapkan cita-cita mereka.
Doddi berdiri dan berkata, "nama saya dodi. Kalau besar nanti saya ingin menjadi pilot, jadi saya bisa pergi ke  Amerika, eropa, australia dan sebagainya",
"bagus sekali dodi. Terimakasih. Siapa lagi?", tanya bu guru.
Seorang anak perempuan yang duduk di tengah berdiri dan berkata, "nama saya shanti. Kalau besar nanti,  Shanti ingin jadi ibu rumah tangga dan punya anak yang manis.". "bagus. Jadi ibu rumah tangga merupakan cita-cita yang mulia. Siapa lagi?".
Si zaenal berdiri dan berkata, "saya zaenal, nanti kalau sudah besar saya akan membantu shanti mencapai cita-Citanya.....".

Thursday, 16 June 2011

HUBUNGAN ANTARA ORANG TUA DENGAN GURU DALAM KEEFEKTIFAN BELAJAR ANAK



*Sebuah Makalah Tugas Akhir yang disusun bersama-sama teman se-kelas
Dalam menjalin hubungan dengan orang tua, guru perlu memahami bahwa ada reaksi para orang tua terhadap anak mereka yang berkesulitan belajar.  Menurut Lerner (1988 : 154) ada tiga macam reaksi para orang tua terhadap anak mereka yang berkesulitan belajar, yaitu :
1.     Menolak atau tidak dapat menerima kenyataan
2.     Kompensasi yang berlebihan
3.     Menerima anak sebagaimana adanya
Sikap menolak atau tidak dapat menerima kenyataan sering diperlihatkan dalam bentuk adanya hubungan sayang-benci dan menerima-menolak anak.  Hubungan sayang-benci merupakan sikap ambivalensi, kadang-kadang sayang dan kadang-kadang benci terhadap anaknya yang tergolong berkesulitan belajar.  Begitu pula dengan sikap menerima-menolak, orang tua di suatu saat dapat menerima anak sebagaimana adanya tetapi di saat lain menolak.  Sikap orang tua yang membenci dan menolak anak berkesulitan belajar tidak hanya dapat menghambat anak untuk menyesuaikan diri dengan kesulitannya tetapi juga menghambat komunikasi di dalam keluarga sehingga pada gilirannya dapat menimbulkan rasa tidak aman pada anak.  Bentuk reaksi kompensasi yang berlebihan tampak dari adanya kecenderungan orang tua untuk bersikap tidak realistik, kaku atau keras, dan memberikan perlindungan yang berlebihan.  Orang tua semacam itu sering memperlihatkan semangat yang berlebihan, memberikan latihan secara terus menerus, dan mengharapkan anaknya dapat menjadi superior.  Sikap orang tua semacam ini dapat mengakibatkan anak menjadi cemas berlebihan sehingga pada gilirannya menghambat pencapaian prestasi belajar yang optimal.
Orang tua yang bersikap menerima anak berkesulitan belajar apa adanya adalah yang paling positif, yang memungkinkan anak tumbuh dan berkembang secara optimal.  Sesungguhnya sulit untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan menerima anak apa adanya.  Menurut Robinson seperti dikutip oleh Mercer (1979 : 99), yang dimaksud dengan menerima anak adalah menghargai apa yang dimiliki anak, menyadari kekurangannya, dan aktif menjalin hubungan yang menyenangkan dengan anak.  Bertolak dari penghargaan atas apa yang dimiliki anak dan penerimaan atas apa yang tidak dimiliki anak, orang tua menjalin hubungan yang wajar dan berupaya mengembangkan potensi yang masih dimiliki oleh anak untuk mempersiapkan tugasnya di masa depan.  Menurut Wortis seperti yang dikutip oleh Mercer (1979 : 99) ada dua indikator dari orang tua yang menerima anak apa adanya, yaitu :
a.     Tetap melakukan aktivitas kehidupan yang normal
b.     Berupaya mempertemukan anak dengan kebutuhannya
Menurut Mercer (1979 : 95), sikap menerima anak apa adanya adalah tahapan akhir dari penyesuaian orang tua dalam menghadapi anaknya yang berkesulitan belajar.  Ada lima tahapan penyesuaian orang tua dalam menghadapi anaknya yang berkesulitan belajar, yaitu :
1.     Menyadari adnya masalah
2.     Mengenal masalah
3.     Mencari penyebab
4.     Mencari penyembuhan
5.     Menerima anak apa adanya
Dalam menjalin hubungan dengan orang tua, sekolah perlu menyelenggarakan antara orang tua dan guru.  Pertemuan orang tua – guru dapat menjadi suatu jembatan antara rumah dan sekolah.  Baik orang tua maupun guru sering merasa khawatir saat hadir dalam pertemuan semacam itu.  Para orang tua umumnya khawatir terhadap laporan guru tentang anak mereka sedangkan para guru umumnya khawatir terhadap reaksi negatif dari para orang tua.  Pertemuan orang tua – guru hendaknya dipandang oleh kedua belah pihak sebagai wahana untuk membantu anak.  Dengan melakukan koordinasi berbagai upaya, orang tua – guru dapat bekerja sama untuk membantu anak mencapai kemajuan.
Dalam menyelenggarakan suatu pertemuan, guru hendaknya berusaha meyakinkan orang tua bahwa mereka akan diajak berkomunikasi dalam hubungan antar manusia, bukan hubungan dengan sistem yang impersonal.  Guru hendaknya memperlihatkan perhatian mereka terhadap anak dan penghargaan terhadap orang tua, dan bukan memperlihatkan kesombongan.  Berbagai kesulitan hendaknya dibicarakan dalam suasana tenang dan menghindari istilah-istilah teknis.  Para orang tua umumnya ingin memahami sifat masalah, dan karena itu data diagnostik dan pendekatan pembelajaran yang digunakan hendaknya dijelaskan kepada orang tua.  Para orang tua hendaknya juga dibantu untuk menjadi peka terhadap berbagai kesulitan yang dihadapi oleh anak mereka di sekolah.

PERAN SERTA ORANG TUA

Peran orang tua peserta didik merupakan bagian keterampilan eksternal dari pihak sekolah. Tujuan hubungan sekolah dengan orang tua adalah saling membantu dan saling mengisi antara orang tua dan sekolah. Orang tua merupakan salah satu aspek yang penting dalam pelaksanaan MBS. Peran mereka tidak hanya berupa dana, tetapi juga dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dapat disesuaikan dengan latar belakang sosial ekonomi dan kemampuan orang tua.
I. Peran Serta Orang tua dalam Pembelajaran
Sebagaimana dinyatakan Tim Penulis Paket Pelatihan Awal MBS untuk Sekolah dan Masyarakat (2003:2-7), para pakar sepakat bahwa ada tujuh jenis peran serta orang tua dalam pembelajaran.
1. Hanya sekedar pengguna jasa pelayanan pendidikan yang tersedia.
2. Memberikan kontribusi dana, bahan dan tenaga.
3. Menerima secara pasif apa pun yang diputuskan oleh pihak yang terkait dengan sekolah.
4. Menerima konsultasi mengenai hal – hal yang terkait dengan kepentingan sekolah.
5. Memberikan pelayanan tertentu.
6. Melaksanakan kegiatan yang telah didelegasikan atau dilimpahkan sekolah.
7. Mengambil peran dalam pengambilan keputusan pada berbagai jenjang.

Pada hakekatnya guru dan orang tua dalam pendidikan yang mempunyai tujuan yang sama, yakni mengasuh, mendidik, membimbing, membina serta memimpin anaknya menjadi orang dewasa dan dapat memperoleh kebahagiaan hidupnya dalam arti yang seluas-luasnya. Hal ini sebagai penunjang pencapaian visi Bangsa Indonesia berdasarkan ketetapan MPR RI No. IV/2004 tentang GBHN (1996:66).
Kerjasama pengawasan antara guru dan orangtua murid tersebut dimaksudkan agar aktivitas keseharian setiap murid tidak larut dalam aktivitas yang dapat mengganggu aktivitas belajarnya. Melalui kerjasama tersebut orangtua akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang tingkat keberhasilan anaknya dalam mengikuti aktivitas disekolah. Disamping itu, orangtua juga akan mengetahui kesulita-kesulitan apa yang sering dihadapi anak-anaknya disekolah, juga dapat memperoleh informasi tentang kondisi anak-anaknya dalam menerima pelajaran, tingkat kerajinan, malas, bodoh, atau bagaimana etikanya dalam pergaulannya. Sebaliknya, guru dapat pula mendapatkan informasi tentang kondisi kejiwaan muridnya yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya, dan keadaan murid dalam kehidupannya ditengah-tengah masyarakat dan sebagainya.
Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah (guru), orangtua murid, masyarakat, dan pemerintah. Dengan demikian, semua pihak yang terkait harus senantiasa menjalani hubungan kerja sama dan interaksi dalam rangka menciptakan kondisi belajar yang sehat bagi para murid. Interaksi semua pihak yang terkait akan mendorong murid untuk senantiasa melaksanakan tugasnya sebagai pelajar, yakni belajar dengan tekun dan bersemangat.
Selain interaksi tersebut, ada juga interaksi yang mutlak harus dilaksanakan yang secara langsung dapat mewujudkan aktivitas belajar yang baik, yakni interaksi antara guru dan murid. Interaksi yang dimaksud mengindikasikan terpadunya dua jenis kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Aktivitas belajar yang dilakoni murid sebagai pelajar dan aktivitas mengajar yang dilakukan oleh guru sebagau tugas profesional guru dalam pandangan Sudjana (1994:31) bahwa:
Kegiatan yang diharapkan dapat mendorong murid untuk lebih aktif dan lebih bergairah dalam belajar karena kegiatan belajar dan mengajar yang berdaya guna dimaksudkan untuk mencapai tujuan pengajaran atau pembelajaran.
Selanjutnya, hubungan timbal balik antara orangtua dan guru yang benilai informasi tentang situasi dan kondisi setiap murid akan melahirkan suatu bentuk kerja sama yang dapat meningkatkan aktivitas belajar murid baik di sekolah maupun di rumah. Hubungan kerja sama antara guru dan orangtua murid sangatlah penting. Hal ini tidak tercapai akan berimplikasi pada kemunduran kualitas proses belajar mengajar, dan akan menurunkan mutu pendidikan. Dengan demikian, maka diperlukan langkah-langkah yag dapat mendukung terlaksananya peningkatan aktivitas belajar dari murid yang dilakukan oleh orangtua, guru dan keduanya dalam hubungan kerja sama saling membantu dalam meningkatkan aktivitas belajar dari murid tersebut.

HUBUNGAN KERJASAMA ANTARA GURU DAN ORANGTUA DALAM MENNINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MURID

1. Adanya Kunjungan kerumah anak didik Pelaksanaan kunjungan kerumah anak didik berdampak positif diantaranya :
a. Kunjungan melahirkan perasaan pada anak didik bahwa sekolahnya selalu memperhatikan dan mengawasinya
b. Kunjungan tersebut memberi kesempatan kepada guru melihat sendiri dan mengobservasi langsung cara anak didik belajar, latar belakng hidupnya, dan tentang masalah-masalah yang dihadapinya dalam keluarga.
c. Guru berkesempatan untuk memberikan penerangan kepada orangtua anak didik tentang pendidikan yang baik, cara-cara menghadapi masalah yang sedang dialami anaknya.
d. Hubungan antara orangtua dengan guru akan bertambah erat.
e. Kunjungan dapat memberikan motivasi kepada orangtua anak didik untuk lebih terbuka dan dapat bekerjasama dalam upaya memajukan pendidikan anaknya.
f. Guru mempunyai kesempatan untuk mengadakan interview mengenai berbagai macam keadaan atau kejadian tentang sesuatu yang ingin ia ketahui.

2. Diundangnya Orangtua Kesekolah Kalau ada berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah yang memungkinkan untuk dihadiri oleh orangtua maka akan positif sekali bila orangtua diundang untuk datang kesekolah.

3. Case Conference Case Conference merupakan rapat atau conference tentang kasus. Conference biasanya dipimpin oleh orang yang paling mengetahui persoalan bimbingan konseling khususnya tentang kasus yang dimaksud tujuannya agar mencari jalan yang paling tepat agar masalah anak didik dapat diatasi dengan baik.

4. Badan pembantu sekolah Badan pembantu sekolah adalah organisasi orangtua murid atau wali murid dan guru yang dimaksud kerjasama yang paling organisasi antara sekolah atau guru dengan orangtua murid.

5. Mengadakan Surat Menyurat Antara Sekolah Dan Keluarga Surat menyurat diperlukan terutama pada waktu-waktu yang sangat diperlukan pada perbaikan pendidikan anak didik, seperti surat peringatan dari guru kepada orangtua jika anaknya perlu lebih giat, sering membolos, sering berbuat keributan dan sebagainya.

6. Adanya Daftar Nilai Atau Raport Raport yang biasanya di berikan setiap catur wulan kepada para murid dapat dipakai sebagai penghubung antara sekolah dengan orangtua. Sekolah dapat memberi surat peringatan atau meminta bantuan orangtua bila hasil raport anaknya kurang baik atau sebaliknya jika anaknya mempunyai keistimewaan dalam suatu mata pelajaran, agar dapat lebih giat mengembangkan bakatnya atau minimal mampu mempertahankan apa yang sudah dapat diraihnya.