KAHITNA YUSUF

KAHITNA YUSUF

Sunday, 11 December 2011

Kenangan Untuk Puyang


Hj. Saripan binti H. Roni

“ Padek-padeklah kamu gelok-gelok e. jengan nak galak ribut dan nakal. Detek yang pacak puyang enjok untok kamu cucung dengan piyut ko. Selaen doa supayo kamu selamat dan berhasil gelok-gelok e. man nak ngenyok sen puyang dak begewe ”
Pesan itu terucap hening saat libur smesteran lalu. Semua senyap, menundukkan kepala. Itulah nasehat terakhir dari puyang untuk kami. Nasehat yang telah terpahat rapi, berjejer mengisi ruang kosong. Nasehat ini akan selalu kami ingat dan taat. Meskipun sekarang kami tak tahu bagaimana caranya member bukti kalau semua itu ada. Karena puyang tak akan pernah hadir lagi dalam kehangatan, canda tawa keluarga besar kami.
Kepergian puyang sangat memilukan. Meskipun kami tahu kalau semua masa itu akan datang jua kepada manusia. Puyang, begitu sulitnya kami melupakan kenangan bersamamu. Kehadiranmu ditengah kami memberi makna dan rasa yang khas. Sebuah dekapan suasana yang begitu dalam. Puyang panutan tertua dalam keluarga besar ini, dan selalu jadi penengah didalam kekanak-kanakan dan keegoisan kami.

No comments:

Post a Comment

Ada Komentar?