Menanti ORMAS sejati untuk Muratara
Ada yang menarik saat berbicara geliat kaum muda nan cerdas dari daerah Rupit Rawas. Saat identitas sebagai Mahasiswa perlu diperkenalkan didaerah. Malu, bingung dan cemas melanda. Keawaman masyarakat juga menjadi intimidasi saat meng-justkan Mahasiwa sebagai orang yang hebat, kreatif dan mampu memberikan perubahan bagi kehidupan daerahnya, minimal bagi diri pribadi.
Malu, cemas dan bingung itu muncul karena kondisi yang mengaharuskan kita menjadi pribadi apatis. Sebuah potret ketidaksinkronan dari pemahaman masyarakat yang notabane nya perlu sebuah keyakinan akan identitas dari Mahasiswa sejati.
Meskipun sejatinya pribadi itu bisa berbuat banyak untuk meminimalisirkan kekhawatiran masyarakat akan lumpuhnya peran Mahasiswa untuk daerahnya sendiri. Karena survei mengatakan Mahasiswa daerah Muratara mampu berbicara banyak dikancah kampusnya masing-masing, hampir setiap kampus yang dijajaki, nama Muratara tersirat, meskipun tak terkibarkan secara nyata. Tetapi, realita untuk daerah Muratara, jangan kan sebuah kibaran akan auman identitas Mahasiswa tersebut, desahan suarapun jarang terngiang.
Keadaan ini jelas beralasan, karena kemampuan akan mebawa identitas sebagai seorang Mahasiwa tidak mepunyai rumah khusus. Tidak ada ruang yang bisa mebuat para kaum muda yang cerdas ini untuk berbuat. Ide-ide untuk kedinamisan daerah hanyalah tertancap di pemikiran, yang tak bisa tumbuh dan berbuah akan tindakan real.
Beda halnya didunia kampus, dengan garangnya bisa saling bergandengan tangan untuk bergerak. Jelas, karena kampus mempunyai jaminan khusus untuk calon pemimpin bangsa berbuat untuk tupoksinya sebagai Mahasiswa, yaitu dengan adanya ORMAS (organisasi kemasyarakatan) yang legal dikampus.
Sebenarnya organisasi kemasyarakatn didaerah Muratara sudah menjamur semenjak generasi pendahulu kita, meskipun kurang mengenali pergerakannya, setidaknya ada bebrapa nama yang muncul untuk mencoba memberikan jawaban kesiapan para pemuda dan kaum cerdas di Muratara untuk mengambilalih estapet kepemimpinan para pejuang untuk memerdekakan muratara.
Dari beberapa nama itu, yaitu IPAPITRA (Ikatan Pelajar Rupit-Rawas) yang diusung Abdul Hamid, IKMMR (Ikatan Mahasiswa Masyarakat Rupit-Rawas) Redi Yenkosasi, IKAMMURATARA (Ikatan Keluaraga Mahasiswa Musi Rawas Bagian Utara) yang diusung Saddam Husin, KIM-Muratara (Kesatuan Intelektual Mahasiswa Muratara) yang diusung Zazili Rahmat, GARDA Muratara (Gabungan Rakyat dan Pemuda Muratara) yang diusung Abdul Hamid, AKRAB (Aliansi Keluarga Rupit Rawas Bersatu) yang diusung M. Faried Wajdy, IKRAR SEJATI (Ikatan Keluarga Rupit-Rawas Sejalan Sehati) yang diusung oleh para tokoh di Muratara, dan banyak lagi yang mungkin belum terekspose. Namun samapi saat ini belum satupun yang mampu memberi harapan dari masyarakat daerah kita, yaitu kedinamisan tatanan masyarakat. Hal ini juga menjadi kekhawatiran yang melemahakan semangat kawan-kawan yang lain akan tidak adanya apresiasi khsus dari para senior (generasi pendahulu) terhadap kemauan para intelektual muda Muratara sekarang. Sehingga kebanyakan Mahasiswa Muratara membenamkan diri dalam pandangan miring masyarakat awam tentang identitas Mahasiswa yang tidak mampu berbuat untuk daerah asal.
Semoga kedepan masih banyak yang peduli akan hal ini, dan keleluasaan para regenerasi para pendahulu bisa berkiprah dengan lebih gagah.
Gelandangan untuk Muratara
Meskipun kondisi yang demikian, selama berkiprah menjadi Mahasiswa, Alhamdulillah kegiatan untuk daerah tak pernah absen. Semenjak dinobatkan menjadi Mahasiswa dari tahun 2008, pengimbangan antara kiprah kampus dan tanah kelahiran tetap terjaga, meskipun itu terlaksana dengan orang-orang yang berbeda dan kegiatan yang klasik.
- Try Out Akbar 2009. Waktu itu masih menginduk ke Organisasi kemahasiswaan Kabupaten Musi Rawas, yaitu IKMS. Sosialisasi hanya di SMA Negeri Rupit.
Mereka yang bahu membahu bersamaku: Riki Lipondang, Edward Firmansyah, Nova Tri Kurniati, Diana Sari
- Try Out 2010. Masih menginduk ke IKMS. Sosialisasi di SMA 4 Kecamatan (Rupit, Karang Dapo, Karang Jaya, Rawas Ulu)
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Mardoni, Idil Fatra, Darto, Rifki, Yaya
- Seminar jurnalistik. Masih menginduk ke IKMS. Cuma SMA Negeri Rupit
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Mardoni, Idil Fatra
- Temu Rohis. Masih menginduk ke IKMS. Cuma SMA Negeri Rupit
Mereka yang bahu membahu bersamaku: Sendirian. Hehe!
- Angket Siswa SMA Negeri Rupit untuk Alumni
Mereka yang bahu membahu bersamaku: Ayu Anggraini, Ersi, Ani, Nova H, Munawirr
- Reunian akbar Alumni SMA Negeri Rupit
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Nova Herdiansyah, Munawir, Jamila Riana, Diana Sari, Hanifah, Leni Ratna Sari, Fricha, Edward, Rustam, Reni Hasdalia, Merti Sari, Boy HB, Solihin dll. Masih banyak belum disebut
- Temu Mahasiswa Muratara Se-Unsri I
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Mardoni, Idil Fatra, Defri Alhaqi, Feri Paradona, M Ali Musa, Rio Andriko, Edward Firmansyah, Destra
- Temu Mahasiswa Muratara Se-Unsri II
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Mardoni, Idil Fatra, Riri, Kesih, Fepti, Dian Tri
- Temu Mahasiswa Se-Muratara di Kampus IAIN Raden Fatah Palembang I
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Mardoni, Idil Fatra, Dian Tri, Yer, Fatir, Evan, M Ali Musa, Jumi Despika, Helen Gustiana, Alpian, Ismail Saleh, Defri, Fepti Asnia, Fepi, Ipni
- Temu Mahasiswa Se-Muratara di Kampus IAIN Raden Fatah Palembang II
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Ririn, Zul Ftri, Defri, Mardoni, Idil Fatra, Ismail Saleh, Dedi
- Pembicara pada kegiatan PMR SMA Negeri Rupit
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Nova Herdiansyah, Munawir
- Try Out 2011 Atas nama IKAMMURATARA. Seluruh SMA di Muratara, tetapi yang terjangkau hanya 4 kecamatan (Rupit, Karang Dapo, Karang Jaya, Rawas Ulu)
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Hermansyah, Randi, Idil, Mardoni, Novi, Eka Pertiwi, Rika, Dian Tri, Widesma, Dedi, Febri, Wiwin Hepitra, Fepti Asnia, Beni, Erwan, Khoirul, Suknita, Debi, Yulia, Zazili, Taslim, Firmansyah, Edward, Fery, Munawir, Hanifah, Andika Bimantara, Ria, Kesih, Riri, Septi Karlinda, Saddaidah, Yaya, Julita, Ani, Yuli, Mas, Rahmi, Yesi, Titik Armila, Ana Pertiwi. Dll yang belum disebut
- Muratara Peduli Sesama 2011 atas nama IKAMMURATARA (Penggalangan Dana Korban Bencana). Terjamah 5 kecamatan ( Rupit, Karang Jaya, Karang Dapo, Rawas Ilir dan Rawas Ulu)
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Mardoni, Idil Fatra, Ismail Saleh, Rika, Novi, Eka, Titik Armila, Widesma, Randi, Dian Tri, Fepti Asnia
- Pembentukan KARTA D’BIRU (Karang Taruna Desa Bingin Rupit). Titik balik kebangkitan Karang Taruna
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Mardoni, Idil Fatra, Jonson, Sal, Ed Susanto, Adri, Al Katiri, Weli, Lesi, Wiwin, dll Masih Banyak belum disebut.
- Temu Mahasiswa se-Muratara 2011 dikediaman pribadi, meskipun yang datang hanya 1% seluruh Mahasiswa Muratara (hanya perkiraan).
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Titik Armila, Ismail Saleh, Dedi, Febri, Mardoni, Idil, Rika, Novi, Randi, Andika Bimantara, Afriansyah
- Pertemuan Mahasiswa Muratara 2011 di SD Negeri 5 Rupit. Gabung dengan KIM-Muratara, dan dihadiri kurang lebih 60 kaum cerdas Muratara.
Mereka yang bahu membahu bersamaku : Imron, Hikmat, Radi, Yopi, Zazili, Firman, Musakdung, Aibon, Rahman, Hamkam, Aminurizki, Ayu Fitrianti, Rika Ariska, Juliza Eka Sari, Novi, Fatimah, Ria, Jumi Despika. Dll Masih banyak belum tersebut.
- Pertemuan Mahasiswa Rupit 2012 di Kampus PGRI Palembang
Mereka yang bahu membahu bersamaku: Defri, Erwan, Hanifah, Rofiah, Erna, Khoirul, Erwan, Yusuf, Ayu Fitrianti, Beni, Dony, Widya
No comments:
Post a Comment
Ada Komentar?