Aku tak tahu,
adakah selain air mata yang bisa
mewakili kesedihanku.
Adakah selain pilu, yang bisa mewakili
kepedihanku.
Disudut sepi, masihku meratap.
Bukan aku tak menerima takdir,
Perlu sedikit waktu menenangkan,
Kehilangan suatu yang berarti,
Tidak mudah melalui kisah tentang
kehilangan,
Hadir, tiba-tiba hitungan Kejap telah
tiada.
Ingatku semua itu,
Garis waktu masa tumbuhku.
Perjalanan bersamamu,
Menguatkanku dengan nasehat petuahmu.
Jika ku boleh berandai, dan waktu akan
berulang,
Sesuatu yang membuatmu sedih,
akan kuhibur dengan kebahagiaan.
Sesuatu yang membuatmu sulit,
akan kubantu menemukan jalan
kemudahan.
Sayang Kami untukmu, Nenek.
Allahummaghfir laha warhamha wa’aafihaa
wa’fu anha.
Robiah Binti Makmur
Robiah Binti Makmur
No comments:
Post a Comment
Ada Komentar?