KAHITNA YUSUF

KAHITNA YUSUF

Thursday, 28 October 2010

Salsabillah Jannah*


Salsa, Aku menatapmu dibalik keramaian.
Setiap gerak gerik mu sudah menjadi tontonan indah sesaatku.
Kau tak berhenti menebarkan pesona indah mu, memikat hati-hati yang terjajah.
Gaun indah berbalut sutera menyelimuti tubuh mu.
Jilbab putihmu melambai-lambai diterpa hembusan angin.
Mata sipit mu berkedip-kedip lembut.
Salsa, kau bagaikan sekuntum bunga.
Bunga yang mekar, indah nan menawan.
Jangan kau biarkan kumbang-kumbang nakal menghinggapi mu.
Biarkan kemekaran mu tetap merekah, tetap menebar indah dan wangi.
Hingga sampai waktunya Sang Pemilik Cinta mengutus kekasih-Nya untuk memetik mu.
<span class="fullpost">

Mekar mu hanya sekali, jangan biarkan layu merenggut mu begitu saja.
Karena layu selalu menjanjikan kesuraman.
Salsa, kau Bidadari nyata yang dihadirkan dalam kehidupanku.
Mendapatkan mu adalah mimipi sesaat ku, impian besar ku adalah memilikimu.
Tapi aku tak boleh egois.
Pasangan tulang rusukku telah dirancang Sang penentu jodoh.
Tapi tak menutup kemungkinan bagiannya ada untuk mu.

*Untuk Salsa (bla..bla..bla..) yang telah membngkitkan rasa kagum ku karena keayuan dan ketaatannya kepada sang pencipta.</span>

No comments:

Post a Comment

Ada Komentar?