Tergeletak di sudut kamar ku. Se onggokan buku mini, unik.
Akhir-akhir ini, dia lah yang setia menemaniku di kamar, menemani untuk menghibur hati.
Ya, sekarang aku menyapa nya. Terlungkup di atas tempat tidurku, aku berbicara kepadanya dengan tetesan tinta suci ini, tinta yang menggores setiap sejarah-sejarah klasik dalam hidupku.
Lembaran demi lembaran sudah di goreskan. Hanya diri ini dan dia yang tahu.
Tahu akan perasaan ini.
Perasaan yang coba mengusik kemekaran ini.
Perasaan yang coba melalaikan kegigihan ini.
Aku sepi, menyendiri.
Mencoba melawan perasaan ini.
Meski itu mereka anggap men"dzalimi" mereka.
Meski itu mereka anggap cerita kuno.
Suci adalah pilihan, dinamisasi diri adalah keharusan.
Aku, dia (Diary), dan mereka adalah bagian cerita, cerita hidupku.
_Salsabillah Jannah
Akhir-akhir ini, dia lah yang setia menemaniku di kamar, menemani untuk menghibur hati.
Ya, sekarang aku menyapa nya. Terlungkup di atas tempat tidurku, aku berbicara kepadanya dengan tetesan tinta suci ini, tinta yang menggores setiap sejarah-sejarah klasik dalam hidupku.
Lembaran demi lembaran sudah di goreskan. Hanya diri ini dan dia yang tahu.
Tahu akan perasaan ini.
Perasaan yang coba mengusik kemekaran ini.
Perasaan yang coba melalaikan kegigihan ini.
Aku sepi, menyendiri.
Mencoba melawan perasaan ini.
Meski itu mereka anggap men"dzalimi" mereka.
Meski itu mereka anggap cerita kuno.
Suci adalah pilihan, dinamisasi diri adalah keharusan.
Aku, dia (Diary), dan mereka adalah bagian cerita, cerita hidupku.
_Salsabillah Jannah
* Note Fb yang kutulis pada Bidadari yang tinggal Impian!
No comments:
Post a Comment
Ada Komentar?