Membangun daerah, berarti sudah ikut andil melakukan tatanan pemerintahan disana. Bukan hanya Birokrasi saja yang bertanggung jawab di dalamnya, tetapi seluruh elemen masyarakat. Tetapi, pemahaman awam lah yang kemudian mengedepankan para birokrasi. Di sisi lain, mahasiswa adalah pribadi yang mengikrarkan bahwa mereka adalah sebagai Agent Of Change, Iron Stock, dan Sosial Control kemudian secara praktis wajib mengedepankan diri.
Saat ini banyak masyarakat, khususnya masyarakat Musi Rawas bagian Utara yang mengkahawatirkan terbentuknya Rupit Rawas menjadi wilayah mandiri (Menjadi Kabuapten, red). Itu tak lepas dari hilangnya kredibilitas mereka terhadap kemapaman dari daerah tersebut. Mengingat masyarakat daerah ini tergolong dalam tingkat kriminalitas tinggi di Sumatera Selatan. Ketika menelaah kedalamnya lagi, rata-rata kasus tersebut dilakukan oleh para remaja. Dari sekian banyak remaja tersebut, dominan mereka adalah yang tak melanjutkan lagi sekolah, atau kasarnya setelah tamat SMA selesai.
Melihat kondisi ini, sulit ditentukan siapa yang salah dalam tatanan masyarakat ini, yang jelas ini adalah kewajiban bersama. Madani nya masyarakat daerah ini adalah kepentingan bersama.
Dari itu, dengan semangat yang luar biasa dari pemuda yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Musi Rawas Utara (IKAMMURATARA) mencoba meminimalisirkan kekhawatirkan masyarakat tersebut. Kami sedikit merobah paradigma masyarakat yang menilai mahasiswa hanya mampu secara akademisi, tetapi tak mamapu melihat kondisi-kondisi sosial. Tepat di akhir tahun 2010 dan awal 2011 kami melakukan kegiatan-kegiatan di daerah. Tak pelak kami sebagai mediasi bagi masyarakat yang membutuhkan peran kepemudaan.
Salah satu kegiatannya adalah Try Out Ujian Nasional SMA se-wilayah Musi Rawas bagian Utara. Ini juga sebagai sarana orientasi bagi siswa untuk mengenali dunia kampus pasca dunia SMA.
No comments:
Post a Comment
Ada Komentar?