KAHITNA YUSUF

KAHITNA YUSUF

Wednesday, 24 November 2010

LA LIGA MILIK SIAPA?


Liga Primera Spanyol telah memasuki  jornada ke-12. Memang tak pantas untuk membicarakan  mengenai juara. Mengingat jalannya La Liga belum mencapai paruh musim. Tetapi, dengan fakta sejarah dan konsistensi sebuah klub, maka semua sepakat kalau El Barca (Barcelona) dan El Real (Real Madrid) adalah kandidat kuat, bahkan sudah pasti diantara keduanya yang menjadi juara.
Bagaiman menurut Anda?
Bukan karena di dalam klub tersebut di huni pemain terbaik dunia saja, tetapi keduanya sama-sama di nahkodai sang Enternador (pelatih) yang bertalenta. Sebut saja Peps (Guardiola), yang telah menyabet 10 gelar dalam 2 musim terakhir. Dia Pelatih termuda yang pernah mengangkat sebuah klub menjuarai Liga Champions. Bahkan semua piala pada kompetisi musim 2008-2009 habis di sikatnya bersama Puyol dan kolega. Sebut saja La Liga, Piala Raja, Liga Champions, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antar Klub. Kemudian di musim berikutnya menjuarai La Liga dan Piala Raja. Bukan Cuma itu, Pep juga terkenal melahirkan pemain muda berbakat. Tak pelak pemain-pemain barcelona di musim ini di huni wajah-wajah baru yang notabane nya adalah pemain muda.
Di kubu El Real, ada sosok arsitek yang kental akan sikap arogannya, Jose Mourinho. Meski demikian, klub-klub yang dinhakodai nya pastilah kampiun. Teringat di benak kita klub biasa-biasa saja dari tanah kelahirannya, portugal, yaitu FC Porto, pernah menyabet juara Liga Champions. Juga bersama Abrahamovic, dia menyulap Chelsea FC menjadi klub besar dan di segani di inggris. Dan juga banyak menyabet gelar pada kompetisi lokal. Dan yang terakhir, bersama Inter Milan kembali mempersembahkan banyak gelar juara.
Di tabel klasemen, Barcelona hanya terpaut satu poin dari sang pemuncak, Real Madrid. Real Madrid mengemas 32 poin, sedangkan rival abadinya 31 poin. Real Madrid tidak pernah kalah di pertandingan La Liga. Rekor buruknya hanya dua kali seri, sedangkan El Barca tersandung kekalahan dan seri satu kali. Produktivitas gol nya pun berimbang, memasukkan 33 gol, dan kebobolan 6 gol. Dibelakangnya ada Villareal yang tertinggal 7 poin dari Barcelona.
Di sisi pahlawan klub, berkibar dua nama calon kuat penyandang El Pichichi, Ronaldo dan Messi. Sama halnya dengan poin klub mereka, koleksi gol mereka terpaut satu biji. Ronaldo 14 gol, sedangkan messi 13 gol. Tetapi ronaldo mencetak 4 golnya melalui titik putih.
Tetapi, ada sisi lain yang menjadi kesimpulan awam 4 musim terakhir. Laga El Classico berperan besar dalam menentukan juara La Liga tersebut. Ya, tepatnya Laga El Classico yang dihelat di Santiago Barnibeu, markasnya Real Madrid. Siapa yang berhasil memenangkan laga tersebut, sudah pasti juara di akhir musim.
Tetapi semua bisa terjadi. Sejarah bisa mengalahkan kehebatan team. Dan sebaliknya, kehebatan team juga bisa menghapuskan sejarah. Sekarang yang dibutuhkan adalah konsistensi klub. Pilihan ada di tangan mereka semua. Yang jelas, juara la liga adalah mereka yang telah mempersiapkan semua tujuan klub.

No comments:

Post a Comment

Ada Komentar?