Pahlawan, siapa ya?
“Pahlawan sejati adalah orang yang dapat memanfaatkan setiap momentum kepahlawanan.”
Itulah kutipan Anis Matta dalam sebuah opini nya yang di muat di majalah Sabili. Ketika mendengar kata pahlawan, sekilas terbenak di pikiran kita adalah orang-orang yang menang dalam perperangan. Ya, hal tersebut memang benar! Tetapi apakah Cuma hal itu? Dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI), saya mendapapatkan jikalau pahlawan adalah orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran. Melirik arti pahlawan dalam KBBI, menjadi pahlawan adalah hal yang memungkinkan bagi setiap individu. Seorang sopir becak, atau pedagang asongan pun bisa mendapatkan predikat itu.
Pada dasar nya, pahlawan adalah orang yang menunjukkan sikap yang jiwanya berorientasi pada kebenaran, keberanian, pengorbanan, kesetiaan, dll. Dalam agama yang satu-satunya di ridoi Allah SWT, yaitu Islam, predikat kepahlawanan tidak cukup hanya mengacu pada pemahaman-pemahaman di atas. Tetapi wajib di iringi dua syarat mutlak. Yaitu rasa ikhlas dan selalu siap pada saat dibutuhkan.
Ikhlas menjadikan sebuah perjuangan lebih bermakna. Karena tidak di campur adukkan dalam suatu kepentingan, tidak ada pengharapan sebuah kemenangan pribadi atau kelompok. semata-mata adalah mengharapkan ridho Allah SWT. Telah kita ketahui kiat perjuangan Rasulullah SAW, teladan paling baik sepanjang massa, dimana semua niat perjuangannya hanya semata-mata karena Allah SWT. Semua keberanian, pengorbanan, atau kesetiaannya tidak di persembahkan untuk memperoleh tanda jasa, materi, pujian maupun pengakuan masyarakat. Meskipun di niatkan untuk negara, tanah airnya, suku, maupun kelompok yang jelas-jelas bertentangan dengan aturan-aturan dalam agama Islam.
Berjuang untuk kemerdekaan negerinya dalam konteks kelompok nya (nasionalisme, sukuisme,rasisme,dll.), memperjuangkan demokrasi dan HAM, dan pemikiran di luar islam lainnya, itu pun tidak layak masuk dalam perbuatan seorang pahlawan. Karena tidak sesuai dengan ajaran yang di contohkan Sang Teladan Sejati.
Pahlawan juga selalu siap setiap saat. Seperti kutipan dari anis matta, kita harus memanfaatkan setiap momen kepahlawanan. Jelaslah kalau ingin memanfaatkan hal tersebut, kita harus siap dan tanpa memilih untuk berbuat kebaikan pada kelompok-kelompok tertentu. Kebenaran harus selalu di lakukan dan jangan di tunda. Kini, momen untuk melakukan aksi-aksi kepahlawanan sangat banyak. Terlihat di semua lini kehidupan kemasyarakatan hingga kemancanegaraan. Dimana ketertindasan terjadi, sosok pahlawan jarang yang terlihat muncul di sana. Bahkan malah sebaliknya sosok pecundang tanpa malu berkeliaran di puing-puing penindasan. Mereka menutup mata, seraya terus-terusan memikirkan perut dan kantong mereka sendiri. Sedangkan banyak orang yang terindas (secara fisik maupun pemikiran) yang berharap dari pecundang tersebut. Setidaknya pecundang tersebut berubah bersikap kepahlawanan.
Sekarang, potensi apakah yang bisa membuat kita menjadi sosok pahlawan?. Perlukah memiliki berbadan seperti Clark Kent dahulu agar bisa menjadi pahlawan?. Atau otak seperti Einstein agar bisa di sebut pahlawan?
Menjadi pahlawan harus kita lakukan. Namun, jalan untuk menjadi pahlawan bisa dari berbagai cara. Sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. Apabila diantara kalian ada yang lihai berorasi, gunakanlah potensi tersebut untuk meng-orasikan perjuangan kebenaran ke masyarakat luas. Apabila ada yang lihai menulis, tulislah hal-hal yang mengacu pada perubahan ke arah yang lebih baik. Apabila ada yang dapat berpikir dengan jenius, gunakanlah otak jenius tersebut untuk memikirkan bagaimana mensejahterakan masyarakat luas. Atau ada yang memiliki kemampuan beladiri dengan baik, maka gunakan untuk membela kaum yang tertindas. Maka kalian semua layak di sebut sebagai pahlawan. Asal tidak keluar dari nilai-nilai dasar islam.yang merupakan tolak ukur baik buruknya seluruh perbuatan.
Menjadi pahlawan harus kita lakukan. Namun, jalan untuk menjadi pahlawan bisa dari berbagai cara. Sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. Apabila diantara kalian ada yang lihai berorasi, gunakanlah potensi tersebut untuk meng-orasikan perjuangan kebenaran ke masyarakat luas. Apabila ada yang lihai menulis, tulislah hal-hal yang mengacu pada perubahan ke arah yang lebih baik. Apabila ada yang dapat berpikir dengan jenius, gunakanlah otak jenius tersebut untuk memikirkan bagaimana mensejahterakan masyarakat luas. Atau ada yang memiliki kemampuan beladiri dengan baik, maka gunakan untuk membela kaum yang tertindas. Maka kalian semua layak di sebut sebagai pahlawan. Asal tidak keluar dari nilai-nilai dasar islam.yang merupakan tolak ukur baik buruknya seluruh perbuatan.
Seorang pahlawan yang benar-benar menjiwai sikap kepahlawanan, tak akan pernah melepaskan saat-saat atau momen di mana sikap kepahlawanannya harus di tampilkan. Saat di butuhkan, seorang pahlawan akan terjun melakukan aksinya. Melihat kondisi yang dihadapi saat ini banyak sekali celah-celah momen untuk menjadikan diri sebagai seorang pahlawan. Contoh saja keadaan negara tercinta ini. banyak konflik-konflik internal
No comments:
Post a Comment
Ada Komentar?