KAHITNA YUSUF

KAHITNA YUSUF

Sunday, 10 July 2011

Kakek Ku Tercinta

Kakek...
Dulu aku begitu kecil dan tak pernah mengerti tentang sebuah kepergian.
Menghilangnya kau dari canda tawa kami kuanggap sebagai kepergian biasa yang bisa kembali.
Kami selalu menanti dan menunggu kedatangan mu.
Kami begitu lugu dengan semuanya, Kek.

Tanpa ada pesan, bahkan tak ada seucap kata pun.
Kau pergi meninggalkan Kami. Jauh dan sangat jauh.
Saat itu kau berbaring dengan tenang dan penuh senyum keikhlasan.
Tenang, seperti aliran sungai di Napal.

Kakek...
Saat terakhir kami menatap wajahmu.
Dengan penuh haru dan damai.
Kau menampakkan sebuah kebahagiaan.

Kakek...
Ayah ku bercerita, Kakek pergi untuk selamanya.
Aku tersadarkan, aku dipahamkan tentang sebuah kekuasaan.
Kau kembali kepada sang Penguasa.
Menghadap sang Ilahi.
Semoga Amal mu menjawab dan menutup semua salah khilaf mu dulu.
Untuk nanti bekal di alam baka.
Untuk mempertanggung jawabkan kehidupan dunia mu.

Kakek...
Kini aku sudah mengerti, aku ikhlas melepaskan kepergianmu.
kepergian untuk selama-lamanya.
Biar kami menjaga nenek, kami rukun dengan saudara-saudara.
Kami tak meributkan tentang harta benda.

Kakek...
Tak ada lagi yang bisa kami berikan kepada mu.
Karena terlalu banyak yang kau tinggalkan kepada kami anak-cucu mu.
Sebagai balasan itu, kami mengirim doa.
Supaya kelak kita bisa berkumpul kembali di Syurga.



Puisi Ini kami persembahkan Buat Kakekku tercinta: Alm. Sudin

No comments:

Post a Comment

Ada Komentar?