KAHITNA YUSUF

KAHITNA YUSUF

Tuesday, 19 July 2011

Tenda Bersaksi


Di tenda ini.
Kebersamaan tak lagi berarti.
Perpecahan sudah terpublikasi.
Karena sebuah perbedaan visi.
Demi sebuah legalisasi, untuk organisasi.

Di tenda ini.
Semua menjadi saksi.
Atas kebisuan yang menghakimi.
Saat torehan tak bisa di gubrisi.
Saat sahutan disambut tuli.
Dan salam dijawab sunyi.

Di tenda ini.
Suasana penuh emosi.
Kebencian kian mematri diri.
Karena sebuah iri yang terjadi.
Atas ketidakseimbangan sebuah kondisi.
Ketika kebersamaan jadi kunci.
Di tenda ini.
Eksistensi menjadi kompetisi.
Demi mencari pengakuan diri.
Yang terukir karena gengsi.
Untuk menunjukkan pemenang sejati.

Di tenda ini.
Kita tak lagi fokus menanti regenerasi.
Yang diharapkan untuk mendinamisasi organisasi ini.
Tetapi hanya mencari amunisi.
Untuk sebuah reputasi.
Kalau kita banyak pasukan yang siap menjadi kenti.
Untuk melengkapi sebuah misi.

Di tenda ini.
Sudah yang kesekian hari.
Kita tetap meneguhkan diri.
Mencanangkan sebuah gengsi.
Tidak untuk bersama kembali.
Karena identitas yang telah terbagi.

Di tenda ini.
Berharap ada seorang panji.
Yang bisa memerdekakan seonggok gengsi.
Untuk menyelamatkan ikrar suci.
Yang diraungkan para pendahulu, yang telah pergi.

Di tenda ini.
Aku menuliskan catatan mini.
Karena suara tak mampu lagi meraung, oleh keramaian sunyi.
Berharap ada kesadaran diri.
Untuk memulai kedamaian seperti dulu lagi.
Meski itu hanya mimpi.

Di tenda ini.
Di lampik, yang kita tapaki.
Tepat Di belakang ormawa daerah OI dan GNMI.
IKMS ini terbagi.

No comments:

Post a Comment

Ada Komentar?