Malam ini.
Ya, tentang sebuah kegelisahan. Entah sebuah permasalahan ataupun kebahagiaan. Diri ini seperti enggan, tetapi hasrat tetap mengutarakan.
Malam ini.
Ya, tentang sebuah perenungan. Mengais sebuah rahasia pilihan. Menjelma sebuah kebaikan ataupun keburukan. Terpenting ada tujuan, berharap terbentang jalan.
Malam ini.
Ya, tentang seonggok senyuman. Merancang kebahagiaan. Menuntun kedamaian. Entah engkau ikhlaskan atau hanya hiasan. Tetapi kau tetap terlihat menawan.
Malam ini.
Ya, tentang secarik lembaran diary. Ada tetesan tinta yang merangkai kata hati. Mengukir kumpulan-kumpulan memory. Untuk mematri diri, menuju Ridho Ilahi.
Malam ini.
Ya, tentang sebuah malam . Tentang kegelisahan, sebuah perenungan yang dihiasi senyuman untuk merangkai kisah di secarik diary. Hanya bisa dituliskan, menutup sebuah pengakuan akan perasaan.
Malam ini.
Ya, engkau merenggut keramaian dan kegagahan. Kau tampakkan sunyi dan keterlelapan. Kau hanya membangunkan daku seorang di sudut kesepian. Kau selalu hiasi diri dengan kemalasan, tetapi tidak untuk kali ini. Aku mampu berdiri, bersujud pada Ilahi dan bermuhasabah diri.
Malam ini.
Ya, Kau luluhkan pikiran ku untuk menepi. Memikirkan tentang sebuah ilusi, tentang perasaan hati yang di arungi saat ini.
Malam penuh tanda tanya, 03 Juli 2011 dini hari.
Ya, tentang sebuah kegelisahan. Entah sebuah permasalahan ataupun kebahagiaan. Diri ini seperti enggan, tetapi hasrat tetap mengutarakan.
Malam ini.
Ya, tentang sebuah perenungan. Mengais sebuah rahasia pilihan. Menjelma sebuah kebaikan ataupun keburukan. Terpenting ada tujuan, berharap terbentang jalan.
Malam ini.
Ya, tentang seonggok senyuman. Merancang kebahagiaan. Menuntun kedamaian. Entah engkau ikhlaskan atau hanya hiasan. Tetapi kau tetap terlihat menawan.
Malam ini.
Ya, tentang secarik lembaran diary. Ada tetesan tinta yang merangkai kata hati. Mengukir kumpulan-kumpulan memory. Untuk mematri diri, menuju Ridho Ilahi.
Malam ini.
Ya, tentang sebuah malam . Tentang kegelisahan, sebuah perenungan yang dihiasi senyuman untuk merangkai kisah di secarik diary. Hanya bisa dituliskan, menutup sebuah pengakuan akan perasaan.
Malam ini.
Ya, engkau merenggut keramaian dan kegagahan. Kau tampakkan sunyi dan keterlelapan. Kau hanya membangunkan daku seorang di sudut kesepian. Kau selalu hiasi diri dengan kemalasan, tetapi tidak untuk kali ini. Aku mampu berdiri, bersujud pada Ilahi dan bermuhasabah diri.
Malam ini.
Ya, Kau luluhkan pikiran ku untuk menepi. Memikirkan tentang sebuah ilusi, tentang perasaan hati yang di arungi saat ini.
Malam penuh tanda tanya, 03 Juli 2011 dini hari.
No comments:
Post a Comment
Ada Komentar?